Minggu, 07 Desember 2014



KARAKTERISTIK MESIN DIESEL DI BERBAHAN BAKAR GANDA SOLAR – BIOGAS DARI BUNGKIL JARAK PAGAR
CHARACTERISTIC OF DUAL FUEL (SOLAR- BIOGAS) DIRECT INJECTION DIESEL ENGINE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-21 15:48:48
Oleh : ADYUTA BETHADIMAS WILLEMAR GIRINDRA (NIM :13103033); , S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Keyword : Motor Diesel DI; Berbahan Bakar Ganda; Bungkil Jarak Pagar; Solar; Biogas
Penggunaan bahan bakar alternatif bagi kendaraan bermotor perlu dikembangkan seiring dengan menipisnya cadangan minyak bumi dunia yang berasal dari fosil tak terbarukan. Pengembangan yang dilakukan adalah penggunaan biogas dari bungkil jarak pagar (Jatropha Curcas L) sebagai bahan bakar ganda motor diesel yang memerlukan modifikasi komponen terhadap saluran intake motor diesel yaitu berupa alat pencampur (mixer) antara udara dengan biogas. Pengujian motor diesel menggunakan bahan bakar ganda solar-biogas

dari bungkil jarak pagar ini adalah pengujian yang pertama dilakukan di dunia.

Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penggunaan bahan bakar biogas tersebut terhadap prestasi dan emisi gas buang pada motor diesel dengan sistem bahan bakar ganda. Bahan bakar biogas yang digunakan adalah biogas yang berasal dari bungkil jarak pagar. Motor diesel yang digunakan adalah motor Diesel Tian Li satu silinder, 815 cc, 4 (empat) langkah, tipe penyemprotan langsung, dengan daya maksimum 14 hp pada

2.000 ppm, dan perbandingan kompresi 1 : 20.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan biogas dapat menurunkan daya efektif maksimum sebesar 6,8 % dan penurunan efisiensi termal (Et) maksimum sebesar 36 %.

Selain itu juga mampu menekan BSFC solar 40,1 % pada operasi 1.500 ppm, tetapi nilai konsumsi energi spesifik mengalami peningkatan. Disisi lain, emisi CO, CO2, dan HC juga mengalami peningkatan, sedangkan emisi O2 rata-rata turun 1,29 % dan nilai kepekatan asap (opacity) mengalami penurunan sebesar 79 %.



KAJI TERMODINAMIKA PEMANFAATAN PANAS GAS BUANG GENSET UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK MENGGUNAKAN SIKLUS RANKINE ORGANIK
THERMODYNAMIC STUDY OF HEAT RECOVERY POWER PLANT USING ORGANIC RANKINE CYCLE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-06-02 09:06:15
Oleh : MUHAMMAD FAJAR NUGROHO (NIM : 13105015); Pembimbing : Dr.Ir. Prihadi Setyo Darmanto, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 9 file

Keyword : Kaji Termodinamika, Pemanfaatan Panas Gas Buang Genset, Pembangkit Listrik, Siklus Rankine Organik
Seiring meningkatnya harga bahan bakar, berbagai usaha ditempuh untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Heat recovery (pemanfaatan panas) dapat diterapkan pada alat atau mesin yang mengemisikan panas dalam operasinya untuk mengefisienkan penggunaan bahan bakar. Gas buang genset merupakan salah satu emisi panas yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi panas untuk siklus Rankine organik untuk menghasilkan listrik.

Tiga fluida organik yang dipilih sebagai fluida kerja yaitu R-123, R113 dan R-141b. Fluida kerja-fluida kerja tersebut dianalisis pada efisiensi isentropis turbin antara 0,7-0,9 dengan sistem pendingin air-cooled dan water-ccoled.

Perhitungan dilakukan dengan asumsi rugi-rugi tekanan sebesar 0,15 MPa pada heat recovery boiler dan 0,02 MPa pada kondensor. Untuk analisis dengan sistem pendingin air-cooled, asumsi yang diambil untuk temperatur udara lingkungan minimum dan maksimum yaitu masing-masing 24 oC dan 30 oC.

Dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, finansial dan kinerja termal yang baik, dianjurkan memilih R-123 sebagai fluida kerja dengan menggunakan sistem air-cooled untuk kondensor. Pada temperatur udara 30 oC dan efisiensi

isentropis turbin = 0,7, daya tambahan yang dihasilkan yaitu 414,73 kW dan persentase peningkatan daya sebesar 4,76%. Kinerja makin baik untuk temperatur udara yang lebih rendah dan efisiensi isentropis turbin yang lebih tinggi.


KAJI EKSPERIMENTAL PENUKAR KALOR GAS BUANG MESIN DIESEL ALIRAN LAWAN
Master Theses from JBPTITBPP / 2008-02-06 11:02:00
Oleh : Sudargana (NIM 231 91 002), S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 1994-04-00, dengan 8 file

Keyword : gas emission, Diesel machine, heating systems, energy saving.
Kepala Subjek : Engineering
Nomor Panggil (DDC) : T 621.402 2 SUD
Abstrak :

Penelitian ini merupakan langkah awal pengkajian pemanfaatan gas buang mesin Diesel untuk sistem pemanas, dengan tujuan penghematan energi. Alat yang dipakai dengan memasang boiler penukar kalor aliran lawan pada pipa mufler gas buang.

Percobaan dilakukan dengan 2 sistem yaitu siklus terbuka (kondensat dibuang) dan siklus tertutup. Data temperatur yang diperoleh ternyata berfluktuasi sehingga mempersulit analisa. Temperatur air kondensor (obyek yang dipanaskan) berkisar antara 60 s/d 7.5 C . Hal ini terjadi pada kaadaan mesin yang bekerja tanpa beban.

Dari hasil analisa ternyata fraksi energi kuasi stedi kumulatif pada siklus terbuka lebih tinggi daripada siklus tertutup, tetapi percepatan kenaikan temperatur kondensor siklus tertutup akan lebih tinggi dari pada siklus terbuka. Juga untuk siklus tertutup memberikan temperatur gas buang yang lebih tinggi.

Jumat, 28 November 2014

IDENTIFIKASI MODEL LINEAR PARAMETER VARIYING (LPV) PADA SEKSI PRIMARY REFORMER PABRIK AMONIAK UNTUK SIMULATOR PELATIHAN OPERATOR



IDENTIFIKASI MODEL LINEAR PARAMETER VARIYING (LPV) PADA SEKSI PRIMARY REFORMER PABRIK AMONIAK UNTUK SIMULATOR PELATIHAN OPERATOR
LINEAR PARAMETER VARIYING (LPV) MODEL IDENTIFICATION ON PRIMARY REFORMER SECTION OF AMONIA PLANT FOR OPERATOR TRAINING SIMULATOR
Master Theses from JBPTITBPP / 2008-05-09 18:38:41
Oleh : HERI SUBAGIYO (NIM 23205018), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 1 file

Keyword : identification, linear parameter variying (LPV) model, recursive least square (RLS), primary reformer,operator training simulator
Pemodelan atau identifikasi sistem merupakan proses untuk mendapatkan representasi (model) matematis yang menunjukkan perilaku dari suatu sistem fisik atau proses kimiawi tertentu. Pendekatan pemodelan yang dipakai pada tesis ini adalah pemodelan empiris, dimana model dibangun menggunakan data empiris. Penelitian sebelumnya pada bidang ini menggunakan model Linier Time Invariant (LTI). Hasil simulasi menunjukkan bahwa simulasi untuk operasi start up belum berhasil dilakukan. Oleh karrena itu, pada tesis ini digunakan model Linear Parameter Variying (LPV) agar dapat meliputi perubahan kondisi operasi pabrik, seperti start up, normal, dan shutdown. Plant proses yang dijadikan rujukan adalah seksi primary reformer pabrik amoniak, PT. PKT. Algoritma yang digunakan dalam proses identifikasi adalah Recursive Least Square (RLS) dengan fungsi parameter P(k)=sin(0,0001*k). Data diambilkan dari data historian DCS. Hasil identifikasi disimulasikan dan divalidasi dengan data lapangan. Model prose yang diperoleh dengan cara menunjukkan hasil yang baik dengan rata-rata fit 90,42%. Sedangkan rata-rata Loss Function, Final Prediction Error (FPE), dan Akaike Information Criterion (AIC) adalah 0,01, 1,01, and -4,96.


Model proses selanjutnya diimplemetasikan pada mesin simulasi Simulator Pelatihan Operator (OTS) menggunakan perangkat lunak Scilab/Scicos. OTS disimulasikan secara dinamis untuk skenario pelatihan strat up, normal, dan shutdown. Hasil simulasi menunjukkan bahwa indikasi-indikasi variabel proses secara umum dapat diterima. Prosedur pembuatan model dan implemetasi pada tesis ini dapat digunakan untuk seksi lain pabrik amoniak. Untuk pengembangan lebih lanjut perlu penelitian lebih lanjut tentang penentuan fungsi parameter secara lebih sistematis.

IDENTIFIKASI DAYA TARIK INVESTASI DIKAWASAN INDUSTRI KOTA SAMARINDA



IDENTIFIKASI DAYA TARIK INVESTASI DIKAWASAN INDUSTRI KOTA SAMARINDA
Master Theses from / 2005-10-12 12:08:31
Oleh : Eko Restu Minto, S2 - MBA-Technology
Dibuat : 2002-00-00, dengan 1 file

Keyword : To develop the economic development, especially for the investment in industrial sector, either domestic or foreign investors
Nomor Panggil (DDC) : T. 658.401.2 MIN
Sumber pengambilan dokumen : 20050293
Krisis moneter tahun 1997 yang berkembang menjadi krisis multidimensi yang berkepanjangan menyebabkan menurunnya tingkat investasi sektor perindustrian. Pembangunan kawasan industri merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, khususnya investasi sektor industri balk investor domestik maupun asing, oleh karena perencanaan pengambilan keputusan strategis kawasan industri hams tnelibatkan semis pihak terkait dalam kerangka pemanfaatan tata ruang yang telah direncanakan. Faktor penyebab melemahnya tinerat investasi khususnya disektor perindustrian dicari dengan mengimplementasikan diamond system dari E. Porter, sedangkan penentuan bobot menggunakan Model Analytical Hierarchi Proces (AHP). Dari sudut pandang investor urutan bobot days tank investasi di kawasan industri Kota Samarinda adalah : (1) Urutan Panama, Kondisi Faktor-Faktor Produksi dengan bobot 0,579, (2) Urutan Kedua, Industri Terkait dan Pendukung dengan bobot 0,196, (3) Urutan Ketiga, Kondisi Permintaan Domestik dengan bobot 0,117, (4) Urutan Keempat, Strategi Struktur dan Persaingan dengan bobot 0,108. Untuk kondisi faktor-faktor produksi urutan prioritas pembangunan dan pengembangan sub kriterianya adalah : (1) Sumber Daya Alam dengan bobot 0,342, (2) Tenaga Kerja dengan bobot 0,101, (3) Sarana P r r dengan bobot 0,096 dan (4) Lokasiti'ata Ruang dengan bobot 0,040. Untuk Industri Terkait Pendukung urutan prioritas pembangunan dan pengembangan, sub kriterianya adalah (1) Adanya Industri Komponen Produk dengan bobot 0,196, (2) Tersedianya Mesin Produksi dengan bobot 0,112 dan (3) Adanya Iasa Pendukung 0,024. Untuk Industri Permintaan Domestik urutan prioritas pembangunan dan pengembangan sub kriterianya adalah (1) Kualitas dengan bobot 0,060, (2) Kuantitas dengan bobot 0,042 dan (3) Harga dengan bobot 0,015.Sedangkan untuk Strategi Struktur dan Persaingan prioritas pembangunan dan pengembangan sub kriterianya adalah (1) Kondisi Pemerintah Pusat dengan bobot 0,048, (2) Kondisi Pemerintah Daerah dengan bobot 0,026, (3) Organisasi Manajemen Perusahaan dengan bobot 0,018, (4) Persaingan Domestik dengan bobot 0,015. Dari basil pengolahan data dan pembahasan direkomendasikan bahwa : A. Didalam mengembangkan dan memantapkan kawasan industri agar dapat menarik investor, pemerintah daerah betul-betul menerapkan skala prioritas yang tersusun yaitu (1) Kondisi Faktor-Faktor Produksi (2) Industri Terkait dan Pendukung (3) Kondisi Pennintaan Domestik dan (4) Strategi Struktur dan Persaingan. B. Pemerintah Daerah dituntut bagaimana secepatnya mewujudkan perra;rintah yang bersih, transparan dan profesional serta pemerinta6 yang melayani rakyatnya sehingga business condusife climate khususnya dibidang industri bisa terbentuk dan merangsang investasi