Senin, 27 Oktober 2014

PEMBUATAN MOLD INJEKSI WAX UNTUK PROSES INVESTMENT CASTING SUDU PENGARAH TURBIN FRANCIS



PRODUCTION OF WAX INJECTION MOLD FOR INVESTMENT CASTING PROCESS OF FRANCIS TURBINE GUIDE VANE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-28 15:45:08
Oleh : ISTIASA ADWI SAPUTRO (NIM : 13104086); Pembimbing : Dr. Ir. H. Taufiq Rochim, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : turbin Francis; material wax; rongga mold; CAD/CAM; mesin freis NC; Delcam PowerMill; Delcam PowerShape
Turbin Francis sebagai salah satu mesin pembangkit daya memiliki banyak komponen yang dibuat dengan menggunakan cara yang berbeda. Proses pembuatan salah satu komponennya, sudu pengarah, dilakukan dengan teknologi investment casting. Proses investment casting membutuhkan bentuk positif produk yang terbuat dari material wax. Bentuk positif ini, disebut wax pattern, dibuat dengan proses injeksi yang membutuhkan mold dari logam. Rongga mold ini dibuat dengan mesin freis tiga sumbu dengan kontrol numerik.

Tugas akhir ini berfokus pada pembuatan rongga mold tersebut menggunakan piranti lunak CAD/CAM. Piranti lunak yang digunakan adalah Delcam PowerMill dan Delcam

PowerShape. Hasil dari tugas akhir ini adalah pembuatan program NC untuk menggerakkan mesin freis NC tersebut.

Program NC dibuat berdasarkan parameter pemotongan yang dihitung untuk mendapatkan kondisi pemotongan optimum. Perhitungan kondisi optimum ini dilakukan berdasarkan langkah-langkah sistematik optimisasi proses. Penulis berharap tulisan ini menjadi panduan yang benar untuk melakukan proses perencanaan pemotongan rongga cetakan dengan menggunakan mesin NC

PEMBUATAN MOLD INJEKSI WAX UNTUK PROSES INVESTMENT CASTING SUDU PENGARAH TURBIN FRANCIS



PRODUCTION OF WAX INJECTION MOLD FOR INVESTMENT CASTING PROCESS OF FRANCIS TURBINE GUIDE VANE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-28 15:45:08
Oleh : ISTIASA ADWI SAPUTRO (NIM : 13104086); Pembimbing : Dr. Ir. H. Taufiq Rochim, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : turbin Francis; material wax; rongga mold; CAD/CAM; mesin freis NC; Delcam PowerMill; Delcam PowerShape
Turbin Francis sebagai salah satu mesin pembangkit daya memiliki banyak komponen yang dibuat dengan menggunakan cara yang berbeda. Proses pembuatan salah satu komponennya, sudu pengarah, dilakukan dengan teknologi investment casting. Proses investment casting membutuhkan bentuk positif produk yang terbuat dari material wax. Bentuk positif ini, disebut wax pattern, dibuat dengan proses injeksi yang membutuhkan mold dari logam. Rongga mold ini dibuat dengan mesin freis tiga sumbu dengan kontrol numerik.

Tugas akhir ini berfokus pada pembuatan rongga mold tersebut menggunakan piranti lunak CAD/CAM. Piranti lunak yang digunakan adalah Delcam PowerMill dan Delcam

PowerShape. Hasil dari tugas akhir ini adalah pembuatan program NC untuk menggerakkan mesin freis NC tersebut.

Program NC dibuat berdasarkan parameter pemotongan yang dihitung untuk mendapatkan kondisi pemotongan optimum. Perhitungan kondisi optimum ini dilakukan berdasarkan langkah-langkah sistematik optimisasi proses. Penulis berharap tulisan ini menjadi panduan yang benar untuk melakukan proses perencanaan pemotongan rongga cetakan dengan menggunakan mesin NC

PEMBUATAN MOLD INJEKSI WAX UNTUK PROSES INVESTMENT CASTING SUDU PENGARAH TURBIN FRANCIS



PRODUCTION OF WAX INJECTION MOLD FOR INVESTMENT CASTING PROCESS OF FRANCIS TURBINE GUIDE VANE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-28 15:45:08
Oleh : ISTIASA ADWI SAPUTRO (NIM : 13104086); Pembimbing : Dr. Ir. H. Taufiq Rochim, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : turbin Francis; material wax; rongga mold; CAD/CAM; mesin freis NC; Delcam PowerMill; Delcam PowerShape
Turbin Francis sebagai salah satu mesin pembangkit daya memiliki banyak komponen yang dibuat dengan menggunakan cara yang berbeda. Proses pembuatan salah satu komponennya, sudu pengarah, dilakukan dengan teknologi investment casting. Proses investment casting membutuhkan bentuk positif produk yang terbuat dari material wax. Bentuk positif ini, disebut wax pattern, dibuat dengan proses injeksi yang membutuhkan mold dari logam. Rongga mold ini dibuat dengan mesin freis tiga sumbu dengan kontrol numerik.

Tugas akhir ini berfokus pada pembuatan rongga mold tersebut menggunakan piranti lunak CAD/CAM. Piranti lunak yang digunakan adalah Delcam PowerMill dan Delcam

PowerShape. Hasil dari tugas akhir ini adalah pembuatan program NC untuk menggerakkan mesin freis NC tersebut.

Program NC dibuat berdasarkan parameter pemotongan yang dihitung untuk mendapatkan kondisi pemotongan optimum. Perhitungan kondisi optimum ini dilakukan berdasarkan langkah-langkah sistematik optimisasi proses. Penulis berharap tulisan ini menjadi panduan yang benar untuk melakukan proses perencanaan pemotongan rongga cetakan dengan menggunakan mesin NC

PEMBUATAN MOLD INJEKSI WAX UNTUK PROSES INVESTMENT CASTING SUDU PENGARAH TURBIN FRANCIS



PRODUCTION OF WAX INJECTION MOLD FOR INVESTMENT CASTING PROCESS OF FRANCIS TURBINE GUIDE VANE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-28 15:45:08
Oleh : ISTIASA ADWI SAPUTRO (NIM : 13104086); Pembimbing : Dr. Ir. H. Taufiq Rochim, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : turbin Francis; material wax; rongga mold; CAD/CAM; mesin freis NC; Delcam PowerMill; Delcam PowerShape
Turbin Francis sebagai salah satu mesin pembangkit daya memiliki banyak komponen yang dibuat dengan menggunakan cara yang berbeda. Proses pembuatan salah satu komponennya, sudu pengarah, dilakukan dengan teknologi investment casting. Proses investment casting membutuhkan bentuk positif produk yang terbuat dari material wax. Bentuk positif ini, disebut wax pattern, dibuat dengan proses injeksi yang membutuhkan mold dari logam. Rongga mold ini dibuat dengan mesin freis tiga sumbu dengan kontrol numerik.

Tugas akhir ini berfokus pada pembuatan rongga mold tersebut menggunakan piranti lunak CAD/CAM. Piranti lunak yang digunakan adalah Delcam PowerMill dan Delcam

PowerShape. Hasil dari tugas akhir ini adalah pembuatan program NC untuk menggerakkan mesin freis NC tersebut.

Program NC dibuat berdasarkan parameter pemotongan yang dihitung untuk mendapatkan kondisi pemotongan optimum. Perhitungan kondisi optimum ini dilakukan berdasarkan langkah-langkah sistematik optimisasi proses. Penulis berharap tulisan ini menjadi panduan yang benar untuk melakukan proses perencanaan pemotongan rongga cetakan dengan menggunakan mesin NC

PERANCANGAN PROSES PRODUKSI CETAKAN (MOLD) INJEKSI PLASTIK DENGAN STUDI KASUS PRODUK CASING MOUSE


Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-11 14:26:32
Oleh : TONY ZATMIKO (NIM : 13100051); Pembimbing : Dr. Ir. Yatna Yuwana Martawirya, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2006, dengan 7 file

Keyword : Casing Mouse, Injection Molding Machine, Mesin Injeksi Plastik, software Pro/Engineer 2001, core casing mouse, software Vericut 5.2.
Peningkatan penggunaan komponen yang terbuat dari plastik di berbagai jenis industri dan kalangan masyarakat mengakibatkan permintaan akan pembuatan cetakan injeksi plastik terus meningkat. Perlunya perancangan proses produksi cetakan injeksi plastik yang efektif dan efisien untuk meningkatkan produktifitas produksi.
Pemodelan produk dengan perangkat lunak sebagai bagian dari CAD/CAM menjadi keharusan dalam penerapan teknologi di dunia industri yang kompetitif.
Penelitian ini akan melakukan langkah-langkah perancangan proses produksi cetakan injeksi plastik dengan studi kasus produk casing mouse. Perancangan proses produksi ini dimulai dengan pemodelan produk casing mouse dan pemodelan cetakan produk (core dan cavity) dengan menggunakan software Pro/Engineer 2001, kemudian dilakukan simulasi proses pemesinan dengan menggunakan mesin NC Milling MAHO MH 500 W pada software Vericut 5.2.

Hasil dari perancangan proses produksi cetakan injeksi plastik produk casing mouse yaitu berupa G-Code untuk mesin NC Milling MAHO MH 500 W. Pembebasan undercut dengan menggunakan mekanisme slider untuk undercut luar dan mekanisme lifter untuk undercut dalam. Dari hasil simulasi pemesinannya, disimpulkan bahwa penggunaan Post-Processor Pro NC G-Post dalam menghasilkan G-Code mempermudah dan mempercepat waktu dalam pembuatan program NC Milling. Serta cetakan casing mouse ini dapat dibuat dengan baik menggunakan mesin NC Milling MAHO MH 500 W. 

SUATU KAJIAN ANALITIK MENGENAI PENENTUAN SEKTOR INDUSTRI NASIONAL YANG MENDAPATKAN PRIORITAS PENGEMBANGAN



Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-07-12 15:07:51
Oleh : Zaenal Muttaqien, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1999-09-00, dengan 1 file

Keyword : Penentuan sektor industri nasional, prioritas pengembangan
Subjek : Tekno Ekonomi
Nomor Panggil (DDC) : T 658.401 2 MUT
Sumber pengambilan dokumen : Tesis (Magister Tekno Ekonomi-Teknik dan Manajemen Industri) (20060056)
Abstrak:

Mengingat dana yang tersedia untuk pembangunan dan pengembangan sektor industri secara keseluruhan sangat terbatas, demikian pula keterbatasan yang lainnya di bidang penguasaan dan penerapan teknologi industri, manajemen dan tenaga terampil (technical skill labour), sehingga dengan alasan-alasan tersebut Pemerintah tidak mungkin dapat mengembangkan seluruh jenis sektor industri sekaligus pada saat/periode yang bersamaan.
Salah satu alternatif dalam upaya melaksanakan program pengembangan sektor industriyang dapat ditempuh adalah menentukan sektor-sektor industri tertentu yang mendapatkan prioritas pengembangan. Untuk menentukan sektor-sektor industri yang mendapatkan prioritas pengembangan tersebut, haruslah berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang menunjukkan bahwa sektor-sektor industri tersebut layak untuk dipilih. Adapun kriteria-kriteria yang dikembangkan pada penelitian ini adalah besarnya tingkat pertumbubuhan output optimal, besarnya koefisien nilai tambah, besarnya nilai tambah bruto, besarnya tingkat total keterkaitan antar sektor industri, besarnya nilai indeks pengaruh pengganda pendapatan tipe II serta besarnya nilai indeks pengaruh pengganda tenaga kerja tipe II.
Dengan mempertimbangkan hasil pengolahan data berupa nilai skor faktor yang dipeoleh masing-masing sektor industri, baik untuk faktor kesatu maupun faktor kedua. Maka dapat dikembangkan beberapa alternatif atau skenario kobijakan dalam penentuan sektor industrinasional yang mendapatkan prioritas pengembangan, yaitu :
1. Alternatif atau Skenario Kebijakan I
Asumsi: struktur output dan permintaan akhir pada tahun 2005 relatif stabil dan tidak ada gejolak yang signifikan.
Adapun sektor-sektor industri yang mendapat prioritas pengembangan pertama atau dikategorikan sebagai sektor industri unggulan, yaitu : sektor 40 (sektor industri kimia); sektor 38 (sektor industri kertas, barang dari kertas dan karton); sektor 34 (sektor industrirokok) dan sektor 48 (sektor industri mesin, alat-alat dan perlengkapan listrik).
2. Alternatif atau Skenario Kebijakan II 
Asumsi: Dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor Indonesia harus mengutamakan sektor industri yang berbahan baku pada kekayaan alam sendiri baik sumber daya alam hayati (agro industri) maupun mineral.
Adapun sektor-sektor industri yang mendapat prioritas pengembangan pertama atau dikategorikan sebagai sektor industri unggulan yaitu: sektor 38 (sektor industri kertas, barang dari kertas dan karton) dan sektor 34 (sektor industri rokok)
3. Alternatif atau skenario kebijakan III
Asumsi: agar industri Indonesia memiliki daya saing tinggi maka industri-industri yang mendapatkan prioritas pengembangan adalah industri-industri yang tidak bersifat distortif terhadap mekanisme pasar baik monopolistik ataupun oliopolistik.
Adapun sektor-sektor industri yang mendapatkan prioritas pengembangan pertama atau dikategorikan sebagai sektor industri unggulan, yaitu sektor 40 (sektor industri kimia) dan sektor 48 (sektor industri mesin, alat-alat dan perlengkapan listrik).

Selasa, 21 Oktober 2014



PERANCANGAN PROSES PRODUKSI CETAKAN (MOLD) INJEKSI PLASTIK DENGAN STUDI KASUS PRODUK CASING MOUSE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-11 14:26:32
Oleh : TONY ZATMIKO (NIM : 13100051); Pembimbing : Dr. Ir. Yatna Yuwana Martawirya, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2006, dengan 7 file

Keyword : Casing Mouse, Injection Molding Machine, Mesin Injeksi Plastik, software Pro/Engineer 2001, core casing mouse, software Vericut 5.2.
Peningkatan penggunaan komponen yang terbuat dari plastik di berbagai jenis industri dan kalangan masyarakat mengakibatkan permintaan akan pembuatan cetakan injeksi plastik terus meningkat. Perlunya perancangan proses produksi cetakan injeksi plastik yang efektif dan efisien untuk meningkatkan produktifitas produksi. Pemodelan
produk dengan perangkat lunak sebagai bagian dari CAD/CAM menjadi keharusan dalam penerapan teknologi di dunia industri yang kompetitif.
            Penelitian ini akan melakukan langkah-langkah perancangan proses produksi cetakan injeksi plastik dengan studi kasus produk casing mouse. Perancangan proses produksi ini dimulai dengan pemodelan produk casing mouse dan pemodelan cetakan produk (core dan cavity) dengan menggunakan software Pro/Engineer 2001, kemudian dilakukan simulasi proses pemesinan dengan menggunakan mesin NC Milling MAHO
             MH 500 W pada software Vericut 5.2. Hasil dari perancangan proses produksi cetakan injeksi plastik produk casing mouse yaitu berupa G-Code untuk mesin NC Milling MAHO MH 500 W. Pembebasan undercut dengan menggunakan mekanisme slider untuk undercut luar dan mekanisme lifter untuk undercut dalam. Dari hasil simulasi pemesinannya, disimpulkan bahwa penggunaan Post-Processor Pro NC G-Post dalam menghasilkan G-Code mempermudah dan mempercepat waktu dalam pembuatan program NC Milling. Serta cetakan casing mouse ini dapat dibuat dengan baik menggunakan mesin NC Milling MAHO MH 500 W.


PEMBUATAN CETAKAN UNTUK WAX PATTERN PADA INVESTMENT CASTING SUDU RUNNER TURBIN FRANCIS
MOLD PRODUCTION FOR WAX PATTERN IN INVESTMENT CASTING FOR FRANCIS TURBINE RUNNER'S BLADE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-07-04 17:07:44
Oleh : KOKO SUHERMAN (NIM 13103035), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : wax pattern, runner's blade, investment casting


              Investment casting merupakan jenis pengecoran yang mampu menghasilkan produk dengan geometri yang hampir mencapai final. Investment casting ini dapat diaplikasikan pada beragam jenis material untuk menghasilkan bentuk produk yang rumit dengan tingkat keakurasian yang tinggi. Tahapan dalam proses investment casting adalah pembuatan wax pattern, dilanjutkan dengan pembuatan ceramic mold dan terakhir adalah pengecoran logam ke dalam ceramic mold. Yang menjadi fokus penelitian dalam tugas sarjana ini adalah tahapan pembuatan cetakan untuk wax pattern. Dengan semakin meningkatnya tingkat kerumitan dan tingkat keakurasian pada produk yang ingin dihasilkan, maka penggunaan CAD/CAM untuk pembuatan cetakan ini tidak bisa dihindari lagi.    
 Tugas sarjana ini menguraikan berbagai pertimbangan dalam pemodelan cetakan tersebut dengan menggunakan software Space-E/Modeler Version 4.2. Selanjutnya disusun rencana proses pemesinannya dengan menggunakan bantuan software Space-E/Cam Version 4.2. Pemesinan akan dilakukan dengan mesin NC milling First MCV 300 yang memiliki post processor berjenis Fanuc Oi-MC. Oleh karena itu, rencana proses pemesinan tersebut selanjutnya diterjemahkan menjadi G-Code yang nantinya dapat dioperasikan pada mesin NC tersebut.
Ketika mengambil keputusan berbagai parameter dalam pemodelan cetakan dan perencanaan proses pemesinan cetakan, penulis melakukan studi literatur dan diskusi dengan produsen pembuat cetakan ini. Hasil akhir dari tugas sarjana ini adalah terciptanya G-Code sebagai bahasa pemrograman NC yang dapat dijalankan di mesin NC milling First MCV 300 untuk memproduksi cetakan ini. Penulis sangat mengharapkan tulisan ini dapat memberikan sumbangan pemikiran, wawasan atau bahan perbandingan untuk pihak-pihak lain yang memerlukan bahan mengenai pembuatan cetakan dalam proses investment casting.


PEMBUATAN MODUL PENGUJIAN GEOMETRIS MESIN FREIS BERDASARKAN STANDAR ISO DENGAN STUDI KASUS MESIN CNC VMC 250
DEVELOPMENT OF GEOMETRICAL TEST MODULE OF MILLING MACHINE BASED ON ISO STANDARD WITH CASE STUDY CNC MACHINE VMC 250

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-05-14 14:53:53
Oleh : JULFIKAR NORIZKI (NIM : 13104056); Pembimbing 1 : Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana M.; Pembimbing 2 : Dr. Ir. Agung Wibowo, M, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 9 file

Keyword : Pengujian Geometris, Mesin Freis, Standar ISO, Mesin CNC VMC 250, ketelitian
Mesin freis adalah mesin perkakas yang digunakan untuk memproses material dengan bentuk prismatik. Mesin freis dapat melakukan berbagai macam operasi pemotongan, seperti pembuatan roda gigi, pembuatan alur, planing, pembuatan lubang (drilling), diesinking, menghaluskan permukaan (facing), dan sebagainya. Karena banyaknya variasi pemotongan yang dapat dilakukan oleh mesin freis, maka mesin freis digolongkan sebagai salah satu mesin perkakas yang paling penting dan serba guna.      
Dimensi akhir produk yang bisa dibuat oleh proses freis diharapkan memiliki ketelitian yang bisa memenuhi persyaratan yang diminta seperti yang dinyatakan pada toleransi geometriknya (dimensi, bentuk, posisi, dan kekasaran permukaan). Oleh karena itu, diperlukan suatu prosedur pengujian yang sistematis dan lengkap untuk mengetahui ketelitian dari mesin freis. Dari standar ISO 1984 (Test conditions for milling machines with table of fixed height with vertical spindle), diperoleh sembilan metode pengujian untuk mesin freis. Untuk menguji prosedur yang dibuat maka dilakukan studi kasus pada mesin CNC VMC 250.        
Pada akhirnya diperoleh kesimpulan pertama dengan mengetahui apakah modul yang dibuat telah memenuhi standar dan dapat diaplikasikan saat pengujian mesin CNC VMC 250. Kemudian, diperoleh kesimpulan kedua untuk mengetahui ketelitian geometrik dari mesin CNC VMC 250 dengan cara membandingkan besarnya penyimpangan yang diperoleh saat pengujian terhadap toleransi geometris yang ditetapkan oleh standar ISO 1984. Akhir kata, diharapkan dari saran-saran yang diberikan pada tugas sarjana ini, dapat diaplikasikan dan dapat memperbaiki modul pengujian geometris mesin freis ini.

Senin, 20 Oktober 2014



Saya  akan memposting  cara membuat daftar isi yang ada di dalam makalah dan tulisan tulisan yang lainnya.
Pertama-tama kita harus membuat seperti ini


Kalau ente ingin menggunakan seperti ini -> X2 atau seperti ini-> X2, ente bisa lihat ini

Kalau ente ingin mengatur line spacing ente menekan iconya, seperti ini


. Ini contohnya


Ini cara mempercantik tulisan kita. Membuat style pada daftar isi kita. Dengan cara seperti ini


Dan ini adalah hasilnya


Klik tab View kemudian centang “dokumen map”untuk mempermudah memilih. Kemudian klik tab “references”kemudian pilih “table of contens” dan pilih yang ente butuhin


nah kalo yang ini itu tahap terakhir. ini untuk mengatur tempat halamannya


yaa cuma itu doang yang ane bisa kasaih ke ente semua. jangan lupa kalau udah bisa sebar ke temen temen ente. ilmu di kasih tuh gak bakal berkurang. 


Terima Kasih