PRODUCTION
OF WAX INJECTION MOLD FOR INVESTMENT CASTING PROCESS OF FRANCIS TURBINE GUIDE
VANE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP
/ 2014-03-28 15:45:08
Oleh : ISTIASA ADWI SAPUTRO (NIM : 13104086); Pembimbing : Dr. Ir. H. Taufiq Rochim, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Keyword : turbin Francis; material wax; rongga mold; CAD/CAM; mesin freis NC; Delcam PowerMill; Delcam PowerShape
Oleh : ISTIASA ADWI SAPUTRO (NIM : 13104086); Pembimbing : Dr. Ir. H. Taufiq Rochim, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Keyword : turbin Francis; material wax; rongga mold; CAD/CAM; mesin freis NC; Delcam PowerMill; Delcam PowerShape
Turbin
Francis sebagai salah satu mesin pembangkit daya memiliki banyak
komponen yang dibuat dengan menggunakan cara yang berbeda. Proses pembuatan
salah satu komponennya, sudu pengarah, dilakukan dengan teknologi investment
casting. Proses investment casting membutuhkan bentuk positif produk yang
terbuat dari material wax. Bentuk positif ini, disebut wax pattern, dibuat
dengan proses injeksi yang membutuhkan mold dari logam. Rongga mold
ini dibuat dengan mesin freis tiga sumbu dengan kontrol numerik.
Tugas akhir ini berfokus pada pembuatan rongga mold tersebut menggunakan piranti lunak CAD/CAM. Piranti lunak yang digunakan adalah Delcam PowerMill dan Delcam
PowerShape. Hasil dari tugas akhir ini adalah pembuatan program NC untuk menggerakkan mesin freis NC tersebut.
Program NC dibuat berdasarkan parameter pemotongan yang dihitung untuk mendapatkan kondisi pemotongan optimum. Perhitungan kondisi optimum ini dilakukan berdasarkan langkah-langkah sistematik optimisasi proses. Penulis berharap tulisan ini menjadi panduan yang benar untuk melakukan proses perencanaan pemotongan rongga cetakan dengan menggunakan mesin NC
Tugas akhir ini berfokus pada pembuatan rongga mold tersebut menggunakan piranti lunak CAD/CAM. Piranti lunak yang digunakan adalah Delcam PowerMill dan Delcam
PowerShape. Hasil dari tugas akhir ini adalah pembuatan program NC untuk menggerakkan mesin freis NC tersebut.
Program NC dibuat berdasarkan parameter pemotongan yang dihitung untuk mendapatkan kondisi pemotongan optimum. Perhitungan kondisi optimum ini dilakukan berdasarkan langkah-langkah sistematik optimisasi proses. Penulis berharap tulisan ini menjadi panduan yang benar untuk melakukan proses perencanaan pemotongan rongga cetakan dengan menggunakan mesin NC