PENGONTROLAN
KECEPATAN
MOTOR INDUKSI TIGA FASA MEDAN MAGNET SATURASI
MENGGUNAKAN KONSEP VEKTOR KONTROL
MOTOR INDUKSI TIGA FASA MEDAN MAGNET SATURASI
MENGGUNAKAN KONSEP VEKTOR KONTROL
Master
Theses from / 2004-11-24 10:18:44
Oleh : NOOR TJAHJONO, S2 - Instrumentation and Control
Dibuat : 1999 - 02 , dengan 1 file
Keyword : KONSEP VEKTOR KONTROL, FASA MEDAN MAGNET SATURASI
Nomor Panggil (DDC) : T 621. 313 2 TJA
Sumber pengambilan dokumen : 1999/1166
Oleh : NOOR TJAHJONO, S2 - Instrumentation and Control
Dibuat : 1999 - 02 , dengan 1 file
Keyword : KONSEP VEKTOR KONTROL, FASA MEDAN MAGNET SATURASI
Nomor Panggil (DDC) : T 621. 313 2 TJA
Sumber pengambilan dokumen : 1999/1166
Pemakaian
motor induksi sebagai mesin penggerak saat ini semakin meluas seining dengan
kemajuan yang pesat dalam bidang mikroprosesor dan elektronika daya. Kemajuan
tersebut menyebabkan pengontrolan yang sulit pada motor induksi akibat adanya
penyatuan (coupling) antara komponen anus pembangkit fluks dan torsi dapat
diatasi. Dalam penelitian ini dilakukan pengontrolan kecepatan motor induksi
tiga fasa asumsi medan magnet saturasi menggunakan konsep vektor kontrol dengan
kerangka acuan yang berorientasi pada fluks rotor. Konsep vektor kontrol di
sini digunakan untuk melakukan pemisahan (decoupling) antara komponen arus
stator pembangkit fluks dan komponen arus stator pembangkit torsi sehingga
kecepatan motor dapat dikontrol secara terpisah (independen) sebgaimana halnya
pada motor dc. Dari basil simulasi pengontrolan kecepatan motor induksi tiga
fasa (5 hp, 4 kutub, 50 Hz, 208 V, 21 A) asumsi medan magnet saturasi dan
asumsi medan magnet linier sebagai pembanding menggunakan pengontrol
Proporsional dan Proporsional + Integral diketahui bahwa motor mampu mencapai
harga kecepatan yang ditetapkan (set point) dalam waktu singkat baik pads
kondisi pengontrolan kecepatan berubah beban tetap maupun pada kondisi
pengontrolan kecepatan tetap beban berubah. Diketahui pula bahwa untuk
mendapatkan unjuk kerja yang diinginkan, diperlukan pengaturan gain kontrol yang
berbeda antara model saturasi dan liner. Untuk kontrol kecepatan berubah beban
tetap, pada model saturasi diperoleh harga rise time 0.038 detik, settling time
(2 %) 0.047 detik dan rise time 0.032 detik, settling time (2 %) 0.041 detik,
pada model linier. Untuk kontrol kecepatan tetap beban berubah, pada model
saturasi diperoleh harga rise time 0.047 detik, peak time 0. 05 detik,
overshoot 0.55 %, dan settling time (2 %) 0.057 detik dan rise time 0.039
detik, peak time 0.041 detik, overshoot 0.93 %, dan setting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar