PEMBUATAN MODUL PENGUJIAN
GEOMETRIS MESIN FREIS BERDASARKAN STANDAR ISO DENGAN STUDI KASUS MESIN CNC VMC
250
DEVELOPMENT OF GEOMETRICAL TEST MODULE OF
MILLING MACHINE BASED ON ISO STANDARD WITH CASE STUDY CNC MACHINE VMC 250
Undergraduate
Theses from JBPTITBPP / 2014-05-14 14:53:53
Oleh : JULFIKAR NORIZKI (NIM : 13104056); Pembimbing 1 : Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana M.; Pembimbing 2 : Dr. Ir. Agung Wibowo, M, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 9 file
Keyword : Pengujian Geometris, Mesin Freis, Standar ISO, Mesin CNC VMC 250, ketelitian
Oleh : JULFIKAR NORIZKI (NIM : 13104056); Pembimbing 1 : Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana M.; Pembimbing 2 : Dr. Ir. Agung Wibowo, M, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 9 file
Keyword : Pengujian Geometris, Mesin Freis, Standar ISO, Mesin CNC VMC 250, ketelitian
Mesin freis adalah mesin perkakas yang digunakan untuk
memproses material dengan bentuk prismatik. Mesin freis dapat melakukan
berbagai macam operasi pemotongan, seperti pembuatan roda gigi, pembuatan alur,
planing, pembuatan lubang (drilling), diesinking, menghaluskan permukaan
(facing), dan sebagainya. Karena banyaknya variasi pemotongan yang dapat
dilakukan oleh mesin freis, maka mesin freis digolongkan sebagai salah satu
mesin perkakas yang paling penting dan serba guna.
Dimensi akhir produk yang bisa dibuat oleh proses freis
diharapkan memiliki ketelitian yang bisa memenuhi persyaratan yang diminta
seperti yang dinyatakan pada toleransi geometriknya (dimensi, bentuk, posisi,
dan kekasaran permukaan). Oleh karena itu, diperlukan suatu prosedur pengujian
yang sistematis dan lengkap untuk mengetahui ketelitian dari mesin freis. Dari
standar ISO 1984 (Test conditions for milling machines with table of fixed
height with vertical spindle), diperoleh sembilan metode pengujian untuk mesin
freis. Untuk menguji prosedur yang dibuat maka dilakukan studi kasus pada mesin
CNC VMC 250.
Pada akhirnya diperoleh kesimpulan pertama dengan
mengetahui apakah modul yang dibuat telah memenuhi standar dan dapat
diaplikasikan saat pengujian mesin CNC VMC 250. Kemudian, diperoleh kesimpulan
kedua untuk mengetahui ketelitian geometrik dari mesin CNC VMC 250 dengan cara
membandingkan besarnya penyimpangan yang diperoleh saat pengujian terhadap
toleransi geometris yang ditetapkan oleh standar ISO 1984. Akhir kata,
diharapkan dari saran-saran yang diberikan pada tugas sarjana ini, dapat
diaplikasikan dan dapat memperbaiki modul pengujian geometris mesin freis ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar