PERANCANGAN TEST RIG DAN PENGUJIAN AWAL PENGUKURAN SUARA SILENT CHAIN
Undergraduate Theses from
JBPTITBPP / 2009-03-02 12:51:54
Oleh : MUGI LAKSONO (NIM 13103037), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 8 file
Oleh : MUGI LAKSONO (NIM 13103037), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 8 file
Pertumbuhan penjualan sepeda motor di Indonesia terus
meningkat sepanjang tahun. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI)
memperkirakan bahwa jumlah penjualan sepeda motor di seluruh Indonesia akan
mencapai 5,4 juta unit pada akhir tahun 2008. Faktor krisis ekonomi dan naiknya
harga bahan bakar menyebabkan masyarakat beralih menggunakan sepeda motor
sebagai sarana transportasi utama. Salah satu sektor industri yang menopang
produksi sepeda motor adalah industri komponen.
Salah satu komponen sepeda motor yang telah dapat
diproduksi di Indonesia adalah silent chain. Silent chain berfungsi untuk
mentransmisikan daya dari putaran poros engkol ke poros kam. Keunggulan silent
chain dibandingkan dengan roller chain yaitu memiliki komponen yang lebih
sedikit dan dapat mengurangi gaya impak akibat gerak chordal saat rantai
menumbuk sproketnya.
Untuk mengembangkan desain komponen silent chain yang
lebih baik maka salah satu parameter yang dapat ditinjau adalah parameter
kebisingan rantai. Untuk memperoleh data-data pengukuran kebisingan yang baik
maka diperlukan test rig yang dapat menunjukkan keadaan silent chain saat
beroperasi di dalam mesin sepeda motor. Perancangan test rig merujuk pada
desain test rig elongasi rantai yang dimiliki PT. FSCM Mfg Indonesia sebagai
salah satu produsen rantai sepeda motor. Desain ketiga dipilih dari tiga desain
yang diajukan dengan menggunakan analisis perbandingan desain.
Test rig terdiri dari ruang isolasi suara, mikrofon,
motor induksi dan inverter, transmisi sabuk dan rangka. Pengukuran kebisingan
dilakukan dalam ruang isolasi suara dengan menggunakan perangkat pengukuran
yang terdiri dari mikrofon, soundcard, perangkat lunak akuisisi data, perangkat
lunak pengolah data dan display. Hasil pengukuran awal tersebut menunjukkan adanya
sinyal-sinyal suara dominan yang berasal dari silent chain dan tampak adanya
korelasi dengan ciri-ciri sinyal getaran rantai teoritis.
ANALISIS KERUGIAN GESEK DAN EFISIENSI
VOLUMETRIK PADA SISTEM KATUP PUTAR MOTOR BAKAR TORAK
Master Theses from
JBPTITBPP / 2009-03-11 15:20:12
Oleh : EDWARD WAWOLUMAYA (NIM 23107025), S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 8 file.
Oleh : EDWARD WAWOLUMAYA (NIM 23107025), S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 8 file.
Sistem katup putar merupakan pengembangan dari sistem
katup konvensional yang masih menggunakan poros kam. Pada penelitian ini
dilakukan analisis kerugian gesek dan efisiensi volumetrik pada prototipe
sistem katup putar untuk mengetahui sistem katup yang lebih baik.
Mekanisme sistem katup putar dibuat ulang untuk keperluan
pengujian gesekan dan volumetrik. Hasil rancangan diaplikasikan pada mesin
sepeda motor tipe Honda Kirana. Alat uji gesek dirancang untuk menguji gesekan
total dari torak, cincin torak, sistem katup, mekanisme penggerak sistem katup,
dan bantalan-bantalan. Alat uji volumetrik dirancang untuk menguji kerugian
volumetrik dari mesin sepeda motor saat langkah isap.
Dalam penelitian ini, perancangan dan pembuatan prototipe
sistem katup putar dan alat uji dilakukan terpisah. Metoda yang digunakan untuk
melakukan pengujian kerugian gesek adalah metoda motoring. Pada pengujian ini
motor listrik digunakan untuk memutar mesin sepeda motor. Torsi yang digunakan
untuk melawan putaran mesin sepeda motor diukur untuk mengetahui besar dari
kerugian gesek mesin tersebut. Efisiensi volumetrik dicari dengan mengukur
debit udara masuk dengan menggunakan anemometer.
Hasil yang akan didapat pada pengujian ini adalah
perbandingan kerugian gesek dan debit udara yang diisap oleh sistem katup putar
dan konvensional. Dari hasil pengujian, selisih rata-rata daya akibat kerugian
gesek dari sistem katup putar dan sistem katup konvensional adalah 79,45 W.
Sedangkan selisih rata-rata persentase efisiensi volumetrik adalah 8,87%.
Dengan demikian diketahui bahwa sistem katup konvensional memiliki kerugian
gesek dan efisiensi volumetrik yang lebih baik daripada prototipe sistem katup
putar yang dibuat.
PENGARUH WAKTU AUSTENITISASI PADA PROSES
PELARUTAN KARBIDA BAJA MANGAN AUSTENITIK
Journal from JBPTITBPP /
2013-07-18 11:02:39
Oleh : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri - Institut Teknologi Bandung, Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007-04, dengan 5 file
Oleh : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri - Institut Teknologi Bandung, Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007-04, dengan 5 file
Baja mangan austenitik digunakan pada komponen dengan
ketahanan aus yang baik dan mampu menahan beban impak. Contoh aplikasinya yaitu
sebagai rock crushers dan dredge buckets di industri pertambangan, sebagai
grinding mills di industri semen dan sebagai bagian kepala frogs reI kereta api
di industri transportasi. Namun baja mangan austenitik hasil pengecoran
memiliki kekurangan, yaitu sifat yang cukup getas serta ketangguhan yang masih
rendah akibat adanya karbida. Oleh karena itu untuk memperbaikinya maka baja
mangan austenitik hasil pengecoran harus melalui proses solution treatment
untuk melarutkan karbida ke dalam fasa austenit.
Pada penelitian
ini, dilakukan pula proses pembuatan spesimen dengan tebal yang bervariasi
yaitu 2, 3, 4 dan 5 in, untuk mengetahui pengaruh dimensi pada sifat dari
produk yang dibuat. Masing-masing spesimen diperoleh dengan proses pengecoran
dengan komposisi kimia sesuai standar ASTM A 128 grade A. Setelah itu,
dilakukanlah proses solution treatment dengan metode step heating dengan
temperatur 575oC dan 1050oC dan waktu pemanasan yang ditentukan sesuai dengan
referensi.
Temperatur
pemanasan ditentukan berdasarkan Diagram Fasa Fe-Mn-C dan penelitian
sebelumnya. Waktu penahanan ditentukan berdasarkan pemodelan perpindahan panas
dan literatur. Kemudian pengaruh dari metode solution treatment terhadap
struktur mikro, ukuran butir dan kekerasan pada keempat macam spesimen tersebut
diamati untuk menentukan waktu solution treatment yang paling optimal. Sasaran
akhir dari penelitian ini adalah dihasilkannya metode perlakuan panas yang tepat,
untuk menghasilkan sifat-sifat paduan yang diinginkan dan dalam kasus ini
didapatkan kekerasan 160 HB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar