PENGARUH VARIASI MILLING TIME DAN TEMPERATUR HIDROGENASI TERHADAP
PEMBENTUKAN METAL HIDRIDA PADA PADUAN MGALNI
EFFECT OF MILLING TIME VARIATION AND HYDROGENATION TEMPERATURE ON METAL
HYDRIDE FORMATION OF MgAlNi ALLOY
Magnesium merupakan unsur menjanjikan
sebagai material hidrogen storage. Salah satu contoh paduan yang selama ini
banyak dikembangkan sebagai metal hydride ialah paduan MgAl karena penambahan
Aluminium pada Magnesium dapat mengikat hidrogen sebanyak 3,02% wt. Dalam
penelitian ini, metode yang digunakan ialah mechanical milling dengan alat
Modification Horizontal Ball Mill yang menggunakan prinsip rotasi secara
horizontal dalam proses milling-nya. Mula-mula Mg 80% at, 10% at Al, dan 10% at
Ni disintesa melalui proses milling selama 10 dan 20 jam.
Kemudian MgAlNi diberi perlakuan panas pada
temperatur 400 ͦ C selama 2 jam. Setelah itu sampel dihidrogenasi pada variasi
temperatur 300 dan 400 C menggunakan furnace. Hasil pengujian tersebut diuji
menggunakan XRD, SEM, dan TGA. Pengujian Difraksi Sinar X dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui pembentukan fasa yang terjadi. Pengujian struktur mikro
dilakukan dengan SEMEDX. Pengujian TGA dilakukan untuk mengukur perubahan massa
sampel akibat proses dehidriding.
Pada penelitian ini, larutan padat Mg0.9Al0.1
terbentuk setelah proses laku panas pada temperatur 400 ͦ C, sedangkan paduan
MgH2 terbentuk setelah absorpsi hidrogen saat hydriding pada temperatur 300 dan
400 ͦ C. Jika dibandingkan dengan seluruh sampel , maka serbuk hasil hydriding
300 ͦ C dengan milling time 20 jam dan serbuk hasil hydriding 400 ͦ C dengan
milling time 10 jam memiliki kemampuan untuk melepas hidrogen yang paling
optimal yaitu sebesar 0.4 dan 1 % dari massa total sampel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar