Senin, 29 September 2014



PENGARUH VARIASI MILLING TIME DAN TEMPERATUR HIDROGENASI TERHADAP PEMBENTUKAN METAL HIDRIDA PADA PADUAN MGALNI
EFFECT OF MILLING TIME VARIATION AND HYDROGENATION TEMPERATURE ON METAL HYDRIDE FORMATION OF MgAlNi ALLOY

         Magnesium merupakan unsur menjanjikan sebagai material hidrogen storage. Salah satu contoh paduan yang selama ini banyak dikembangkan sebagai metal hydride ialah paduan MgAl karena penambahan Aluminium pada Magnesium dapat mengikat hidrogen sebanyak 3,02% wt. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan ialah mechanical milling dengan alat Modification Horizontal Ball Mill yang menggunakan prinsip rotasi secara horizontal dalam proses milling-nya. Mula-mula Mg 80% at, 10% at Al, dan 10% at Ni disintesa melalui proses milling selama 10 dan 20 jam.
        Kemudian MgAlNi diberi perlakuan panas pada temperatur 400 ͦ C selama 2 jam. Setelah itu sampel dihidrogenasi pada variasi temperatur 300 dan 400 C menggunakan furnace. Hasil pengujian tersebut diuji menggunakan XRD, SEM, dan TGA. Pengujian Difraksi Sinar X dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pembentukan fasa yang terjadi. Pengujian struktur mikro dilakukan dengan SEMEDX. Pengujian TGA dilakukan untuk mengukur perubahan massa sampel akibat proses dehidriding.
        Pada penelitian ini, larutan padat Mg0.9Al0.1 terbentuk setelah proses laku panas pada temperatur 400 ͦ C, sedangkan paduan MgH2 terbentuk setelah absorpsi hidrogen saat hydriding pada temperatur 300 dan 400 ͦ C. Jika dibandingkan dengan seluruh sampel , maka serbuk hasil hydriding 300 ͦ C dengan milling time 20 jam dan serbuk hasil hydriding 400 ͦ C dengan milling time 10 jam memiliki kemampuan untuk melepas hidrogen yang paling optimal yaitu sebesar 0.4 dan 1 % dari massa total sampel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar