Senin, 29 September 2014


PERANCANGAN FLYWHEEL UNTUK SISTEM HYBRID PADA ATC BUS TRANS JAKARTA BERDASARKAN MODEL DINAMIKA LONGITUDINAL KENDARAAN YANG MENYERTAKAN INTERAKSI PENGEMUDI KENDARAAN DRIVING CYCLE PULAU GADUNG MONAS CB
FLYWHEEL DESIGN FOR A HYBRID SYSTEM ON A ATC TRANS JAKARTA BUS BASED ON LONGITUDINAL VEHICLE DYNAMIC MODEL WITH THE INTERACTION OF THE DRIVER ON A PULOGADUNG MONAS CB DRIVING CYCLE.
Bus trans jakarata merupakan sebuah bus yang beroperasi pada sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) di Jakarta. Bus Transjakarta ini beroperasi dengan menurunkan dan mengangkut penumpang pada halte-halte yang telah disediakan. Kerena Bus trans Jakarta ini harus berhenti di setiap halte ini maka dalam pengoperasiannya akan banyak melakukan perlambatan dan percepatan dengan massa yang sangat besar. Dari sana dapat diasumsikan bahwa kendaraan Bus Trans Jakarta ini akan membutuhkan daya yang besar.
           
Maka diperlukan sebuah sistem yang dapat membantu kinerja engine Bus Trans Jakarta dalam menghasilkan daya agar kendaraan dapat berjalan dengan driving cycle Pulogadung  Monas CB tanpa adanya keterlambatan. Tujuan Tugas akhir ini untuk membuat model kendaraan Bus Transjakarta dengan sistem Flywheel hybrid yang dapat membantu kinerja engine Bus Transjakarta agar kendaraan dapat berjalan dengan driving cycle Pulogadung  Monas CB tanpa adanya keterlambatan. Pada tugas akhir ini dibuat sebuah pemodelan dinamika Bus Trans Jakarta ke arah longitudinal dengan interaksi pengemudi melalui bukaan throttle dan pemindahan rasio transmisi pada driving cycle Pulogadung Monas CB. Setelah membuat model dinamika kendaraan dirancang dimensi flywheel hybrid yang digunakan untuk energy storage sistem pada sistem hybrid.

Kemudian membuat pemodelan Bus Transjakarta yang dilengkapi dengan Flywheel hybrid sistem. Hasil yang didapatkan dari tugas akhir ini didapatkan dari pemodelan dinamika Bus Trans Jakarta dengan interaksi pengemudi pada driving cycle Pulogadung  Monas CB berupa daya terbesar driving cycle sebesar 519.6 kW saat akselerasi. Dari daya driving cycle maksimum digunakan untuk merancang flywheel. Pada kondisi bukaan throttle 0-100 % flywheel bermassa 111.34 Kg, pada kondisi bukaan throttle 0-50 % flywheel bermassa 179.1 Kg dan pada kondisi bukaan throttle khusus flywheel bermassa 129.82 Kg. Ditinjau dari massa , jumlah charging dan discharging serta konsumsi bahan bakar maka dipilih kondisi bukaan throttle khusus. Pada kondisi throttle khusus ini memiliki flywheel dengan massa 129.82 Kg, jumlah charging sebanyak 2 kali dan jumlah discharging 28 kali serta memiliki konsumsi bahan bakar 9.041 Km/liter.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar