PERANCANGAN FLYWHEEL UNTUK SISTEM HYBRID PADA ATC BUS TRANS JAKARTA
BERDASARKAN MODEL DINAMIKA LONGITUDINAL KENDARAAN YANG MENYERTAKAN INTERAKSI
PENGEMUDI KENDARAAN DRIVING CYCLE PULAU GADUNG MONAS CB
FLYWHEEL DESIGN FOR A HYBRID SYSTEM ON A ATC TRANS
JAKARTA BUS BASED ON LONGITUDINAL VEHICLE DYNAMIC MODEL WITH THE INTERACTION OF
THE DRIVER ON A PULOGADUNG MONAS CB DRIVING CYCLE.
Bus trans
jakarata merupakan sebuah bus yang beroperasi pada sistem transportasi Bus
Rapid Transit (BRT) di Jakarta. Bus Transjakarta ini beroperasi dengan
menurunkan dan mengangkut penumpang pada halte-halte yang telah disediakan.
Kerena Bus trans Jakarta ini harus berhenti di setiap halte ini maka dalam
pengoperasiannya akan banyak melakukan perlambatan dan percepatan dengan massa
yang sangat besar. Dari sana dapat diasumsikan bahwa kendaraan Bus Trans
Jakarta ini akan membutuhkan daya yang besar.
Maka
diperlukan sebuah sistem yang dapat membantu kinerja engine Bus Trans Jakarta
dalam menghasilkan daya agar kendaraan dapat berjalan dengan driving cycle
Pulogadung Monas CB tanpa adanya
keterlambatan. Tujuan Tugas akhir ini untuk membuat model kendaraan Bus
Transjakarta dengan sistem Flywheel hybrid yang dapat membantu kinerja engine
Bus Transjakarta agar kendaraan dapat berjalan dengan driving cycle Pulogadung Monas CB tanpa adanya keterlambatan. Pada
tugas akhir ini dibuat sebuah pemodelan dinamika Bus Trans Jakarta ke arah
longitudinal dengan interaksi pengemudi melalui bukaan throttle dan pemindahan
rasio transmisi pada driving cycle Pulogadung Monas CB. Setelah membuat model
dinamika kendaraan dirancang dimensi flywheel hybrid yang digunakan untuk
energy storage sistem pada sistem hybrid.
Kemudian
membuat pemodelan Bus Transjakarta yang dilengkapi dengan Flywheel hybrid
sistem. Hasil yang didapatkan dari tugas akhir ini didapatkan dari pemodelan
dinamika Bus Trans Jakarta dengan interaksi pengemudi pada driving cycle
Pulogadung Monas CB berupa daya terbesar
driving cycle sebesar 519.6 kW saat akselerasi. Dari daya driving cycle
maksimum digunakan untuk merancang flywheel. Pada kondisi bukaan throttle 0-100
% flywheel bermassa 111.34 Kg, pada kondisi bukaan throttle 0-50 % flywheel
bermassa 179.1 Kg dan pada kondisi bukaan throttle khusus flywheel bermassa
129.82 Kg. Ditinjau dari massa , jumlah charging dan discharging serta konsumsi
bahan bakar maka dipilih kondisi bukaan throttle khusus. Pada kondisi throttle
khusus ini memiliki flywheel dengan massa 129.82 Kg, jumlah charging sebanyak 2
kali dan jumlah discharging 28 kali serta memiliki konsumsi bahan bakar 9.041
Km/liter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar