Jumat, 28 November 2014

IDENTIFIKASI DAYA TARIK INVESTASI DIKAWASAN INDUSTRI KOTA SAMARINDA



IDENTIFIKASI DAYA TARIK INVESTASI DIKAWASAN INDUSTRI KOTA SAMARINDA
Master Theses from / 2005-10-12 12:08:31
Oleh : Eko Restu Minto, S2 - MBA-Technology
Dibuat : 2002-00-00, dengan 1 file

Keyword : To develop the economic development, especially for the investment in industrial sector, either domestic or foreign investors
Nomor Panggil (DDC) : T. 658.401.2 MIN
Sumber pengambilan dokumen : 20050293
Krisis moneter tahun 1997 yang berkembang menjadi krisis multidimensi yang berkepanjangan menyebabkan menurunnya tingkat investasi sektor perindustrian. Pembangunan kawasan industri merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, khususnya investasi sektor industri balk investor domestik maupun asing, oleh karena perencanaan pengambilan keputusan strategis kawasan industri hams tnelibatkan semis pihak terkait dalam kerangka pemanfaatan tata ruang yang telah direncanakan. Faktor penyebab melemahnya tinerat investasi khususnya disektor perindustrian dicari dengan mengimplementasikan diamond system dari E. Porter, sedangkan penentuan bobot menggunakan Model Analytical Hierarchi Proces (AHP). Dari sudut pandang investor urutan bobot days tank investasi di kawasan industri Kota Samarinda adalah : (1) Urutan Panama, Kondisi Faktor-Faktor Produksi dengan bobot 0,579, (2) Urutan Kedua, Industri Terkait dan Pendukung dengan bobot 0,196, (3) Urutan Ketiga, Kondisi Permintaan Domestik dengan bobot 0,117, (4) Urutan Keempat, Strategi Struktur dan Persaingan dengan bobot 0,108. Untuk kondisi faktor-faktor produksi urutan prioritas pembangunan dan pengembangan sub kriterianya adalah : (1) Sumber Daya Alam dengan bobot 0,342, (2) Tenaga Kerja dengan bobot 0,101, (3) Sarana P r r dengan bobot 0,096 dan (4) Lokasiti'ata Ruang dengan bobot 0,040. Untuk Industri Terkait Pendukung urutan prioritas pembangunan dan pengembangan, sub kriterianya adalah (1) Adanya Industri Komponen Produk dengan bobot 0,196, (2) Tersedianya Mesin Produksi dengan bobot 0,112 dan (3) Adanya Iasa Pendukung 0,024. Untuk Industri Permintaan Domestik urutan prioritas pembangunan dan pengembangan sub kriterianya adalah (1) Kualitas dengan bobot 0,060, (2) Kuantitas dengan bobot 0,042 dan (3) Harga dengan bobot 0,015.Sedangkan untuk Strategi Struktur dan Persaingan prioritas pembangunan dan pengembangan sub kriterianya adalah (1) Kondisi Pemerintah Pusat dengan bobot 0,048, (2) Kondisi Pemerintah Daerah dengan bobot 0,026, (3) Organisasi Manajemen Perusahaan dengan bobot 0,018, (4) Persaingan Domestik dengan bobot 0,015. Dari basil pengolahan data dan pembahasan direkomendasikan bahwa : A. Didalam mengembangkan dan memantapkan kawasan industri agar dapat menarik investor, pemerintah daerah betul-betul menerapkan skala prioritas yang tersusun yaitu (1) Kondisi Faktor-Faktor Produksi (2) Industri Terkait dan Pendukung (3) Kondisi Pennintaan Domestik dan (4) Strategi Struktur dan Persaingan. B. Pemerintah Daerah dituntut bagaimana secepatnya mewujudkan perra;rintah yang bersih, transparan dan profesional serta pemerinta6 yang melayani rakyatnya sehingga business condusife climate khususnya dibidang industri bisa terbentuk dan merangsang investasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar