IDENTIFIKASI DAYA TARIK INVESTASI
DIKAWASAN INDUSTRI KOTA SAMARINDA
Master Theses from / 2005-10-12
12:08:31
Oleh : Eko Restu Minto, S2 - MBA-Technology
Dibuat : 2002-00-00, dengan 1 file
Keyword : To develop the economic development, especially for the investment in industrial sector, either domestic or foreign investors
Nomor Panggil (DDC) : T. 658.401.2 MIN
Sumber pengambilan dokumen : 20050293
Oleh : Eko Restu Minto, S2 - MBA-Technology
Dibuat : 2002-00-00, dengan 1 file
Keyword : To develop the economic development, especially for the investment in industrial sector, either domestic or foreign investors
Nomor Panggil (DDC) : T. 658.401.2 MIN
Sumber pengambilan dokumen : 20050293
Krisis moneter tahun 1997 yang
berkembang menjadi krisis multidimensi yang berkepanjangan menyebabkan
menurunnya tingkat investasi sektor perindustrian. Pembangunan kawasan industri
merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, khususnya
investasi sektor industri balk investor domestik maupun asing, oleh karena
perencanaan pengambilan keputusan strategis kawasan industri hams tnelibatkan
semis pihak terkait dalam kerangka pemanfaatan tata ruang yang telah
direncanakan. Faktor penyebab melemahnya tinerat investasi khususnya disektor
perindustrian dicari dengan mengimplementasikan diamond system dari E. Porter,
sedangkan penentuan bobot menggunakan Model Analytical Hierarchi Proces (AHP).
Dari sudut pandang investor urutan bobot days tank investasi di kawasan
industri Kota Samarinda adalah : (1) Urutan Panama, Kondisi Faktor-Faktor
Produksi dengan bobot 0,579, (2) Urutan Kedua, Industri Terkait dan Pendukung
dengan bobot 0,196, (3) Urutan Ketiga, Kondisi Permintaan Domestik dengan bobot
0,117, (4) Urutan Keempat, Strategi Struktur dan Persaingan dengan bobot 0,108.
Untuk kondisi faktor-faktor produksi urutan prioritas pembangunan dan
pengembangan sub kriterianya adalah : (1) Sumber Daya Alam dengan bobot 0,342,
(2) Tenaga Kerja dengan bobot 0,101, (3) Sarana P r r dengan bobot 0,096 dan
(4) Lokasiti'ata Ruang dengan bobot 0,040. Untuk Industri Terkait Pendukung
urutan prioritas pembangunan dan pengembangan, sub kriterianya adalah (1)
Adanya Industri Komponen Produk dengan bobot 0,196, (2) Tersedianya Mesin
Produksi dengan bobot 0,112 dan (3) Adanya Iasa Pendukung 0,024. Untuk Industri
Permintaan Domestik urutan prioritas pembangunan dan pengembangan sub
kriterianya adalah (1) Kualitas dengan bobot 0,060, (2) Kuantitas dengan bobot
0,042 dan (3) Harga dengan bobot 0,015.Sedangkan untuk Strategi Struktur dan
Persaingan prioritas pembangunan dan pengembangan sub kriterianya adalah (1)
Kondisi Pemerintah Pusat dengan bobot 0,048, (2) Kondisi Pemerintah Daerah
dengan bobot 0,026, (3) Organisasi Manajemen Perusahaan dengan bobot 0,018, (4)
Persaingan Domestik dengan bobot 0,015. Dari basil pengolahan data dan
pembahasan direkomendasikan bahwa : A. Didalam mengembangkan dan memantapkan
kawasan industri agar dapat menarik investor, pemerintah daerah betul-betul
menerapkan skala prioritas yang tersusun yaitu (1) Kondisi Faktor-Faktor
Produksi (2) Industri Terkait dan Pendukung (3) Kondisi Pennintaan Domestik dan
(4) Strategi Struktur dan Persaingan. B. Pemerintah Daerah dituntut bagaimana
secepatnya mewujudkan perra;rintah yang bersih, transparan dan profesional
serta pemerinta6 yang melayani rakyatnya sehingga business condusife climate
khususnya dibidang industri bisa terbentuk dan merangsang investasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar