PERANCANGAN SISTEM KONTROL TORSI
PADA MOTOR LNDUKSI 3 FASA DENGAN UMPAN BALIK NONLINIER
PADA MOTOR LNDUKSI 3 FASA DENGAN UMPAN BALIK NONLINIER
Master Theses from JBPTITBPP /
2007-03-14 16:02:16
Oleh : Dany Setiawan, PROGRAM STUDI INSTRUMENTASI DAN KONTROL, PROGRAM PASCASARJANA ITB
Dibuat : 2001-00-00, dengan 1 file
Keyword : torque producing, rotor magnetizing, designed controlling,
Oleh : Dany Setiawan, PROGRAM STUDI INSTRUMENTASI DAN KONTROL, PROGRAM PASCASARJANA ITB
Dibuat : 2001-00-00, dengan 1 file
Keyword : torque producing, rotor magnetizing, designed controlling,
Pemakaian motor induksi sebagai mesin
penggerak saat ini
semakin meluas seining dengan kemajuan yang pesat dalam bidang
mikroprosessor dan elektronika daya. Kemajuan tersebut menyebabkan
pengontrolan yang sulit pada motor induksi akibat adanya penyatuan
(coupling) antara komponen arus pembangkit fluks dan torsi dapat
diatasi.
Dalam penelitian ini dilakukan pengontrolan torsi motor
induksi tiga fasa menggunakan konsep vektor kontrol dengan kerangka
acuan arus magnetik rotor untuk memisahkan (decoupling) arus
pembangkit fluksi (I,X ) dan arus pembangkit torsi (hy) dengan cara
mentransformasikan variabel-variabel tiga fasa ( tegangan dan anus)
pada motor induksi menjadi variabel-variabel dengan dua sumbu
koordinat. Pemisahan ini mengacu pada motor DC yang telah terpisah
antara arus pembangkit fluksi dan pembangkit torsi.
Metoda linierisasi masukkan-keluaran (Input-output
limerization) kemudian digunakan untuk memperoleh pengontrol bagi
sistem nonlinier sehingga memungkinkan perancangan umpanbalik
keadaan nonlinier untuk mengontrol sistem sebagaimana halnya
dilakukan untuk sistem linier.
Dari hasil simulasi pengontrolan torsi dan arcs magnetik rotor
motor induksi tiga fasa (5 Hp, 1 pasangan pole, 60 Hz, 208 V, 21 A)
menggunakan pengontrol P dan P+D diketahui bahwa motor mampu
mencapai harga torsi dan arus magnetik rotor yang ditetapkan ( setpoint)
dengan overshoot 0%. Selain itu perubahan parameter tahanan
rotor (Rr) menjadi 0.115 fl (6.5 %) dan induktansi magnetik (Lm)
menjadi 0.044 H (2 %) tidak mempengaruhi pengontrolan yang
dirancang (tidak sensitif terhadap perubahan parameter).
semakin meluas seining dengan kemajuan yang pesat dalam bidang
mikroprosessor dan elektronika daya. Kemajuan tersebut menyebabkan
pengontrolan yang sulit pada motor induksi akibat adanya penyatuan
(coupling) antara komponen arus pembangkit fluks dan torsi dapat
diatasi.
Dalam penelitian ini dilakukan pengontrolan torsi motor
induksi tiga fasa menggunakan konsep vektor kontrol dengan kerangka
acuan arus magnetik rotor untuk memisahkan (decoupling) arus
pembangkit fluksi (I,X ) dan arus pembangkit torsi (hy) dengan cara
mentransformasikan variabel-variabel tiga fasa ( tegangan dan anus)
pada motor induksi menjadi variabel-variabel dengan dua sumbu
koordinat. Pemisahan ini mengacu pada motor DC yang telah terpisah
antara arus pembangkit fluksi dan pembangkit torsi.
Metoda linierisasi masukkan-keluaran (Input-output
limerization) kemudian digunakan untuk memperoleh pengontrol bagi
sistem nonlinier sehingga memungkinkan perancangan umpanbalik
keadaan nonlinier untuk mengontrol sistem sebagaimana halnya
dilakukan untuk sistem linier.
Dari hasil simulasi pengontrolan torsi dan arcs magnetik rotor
motor induksi tiga fasa (5 Hp, 1 pasangan pole, 60 Hz, 208 V, 21 A)
menggunakan pengontrol P dan P+D diketahui bahwa motor mampu
mencapai harga torsi dan arus magnetik rotor yang ditetapkan ( setpoint)
dengan overshoot 0%. Selain itu perubahan parameter tahanan
rotor (Rr) menjadi 0.115 fl (6.5 %) dan induktansi magnetik (Lm)
menjadi 0.044 H (2 %) tidak mempengaruhi pengontrolan yang
dirancang (tidak sensitif terhadap perubahan parameter).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar